Apakah-kampus-Indonesia-siap-menjadi-kampus-bebas-asap-rokok

Apakah kampus Indonesia siap menjadi kampus bebas asap rokok?

Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia, Prof Dinn Wahyudin menceritakan suasana kampus Saint Peter’s University di Jersey City yang sangat asri dan bersih.

Didirikan pada tahun 1872, kampus kecil ini terletak di jantung pusat kota Jersey City, New Jersey, AS, dengan karakteristik kampus yang hijau, bersih dan tertata dengan baik, di kawasan megapolitan perkotaan.

Hal yang menarik dari kampus ini adalah keputusan manajemen universitas untuk menggunakan slogannya

“kampus bebas asap rokok dan tembakau” sejak tahun 2005.

Artinya universitas ini adalah kampus bebas asap rokok dan tembakau. Civitas akademika, termasuk dosen, mahasiswa dan tamu universitas, dilarang merokok di dalam kampus. Padahal, pertanyaan tersebut termasuk dalam persyaratan rekrutmen calon guru dan siswa.

Baca Juga: Universitas Pertamina Buka Beasiswa Sarjana, Bebas SPP, dan Dapat Uang Saku

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Dengan kata lain, kampus ini hanya terbuka bagi mereka yang mau tidak merokok di dalam kampus.

Keputusan universitas tersebut tidak mengurangi jumlah calon mahasiswa.

Saat ini ada 3.400 siswa yang belajar dan tersebar di 60 program studi. Secara akademis, kinerja universitas ini juga cukup baik. Saint Peter University akan menduduki peringkat perguruan tinggi terbaik pada tahun 2021.

“Di berbagai negara saat ini banyak upaya pembatasan merokok di tempat umum. Beberapa pemerintah daerah dan DPRD sudah menyusun peraturan tentang rokok bebas asap rokok,” jelas Prof Dinn dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (7 Juni 2021).

Misalnya, Pemerintah Metropolitan Tokyo telah mengeluarkan peraturan sejak April 2020 bahwa merokok dilarang di ruang publik dalam ruangan. Ada denda yang ditetapkan untuk perokok, yaitu hingga 50.000 yen atau setara dengan 6,5 juta rupee.

Pengelola interior (pusat perbelanjaan, kafe, hotel, perkantoran) yang lalai akan didenda 500.000 yen atau setara dengan 65 juta rupiah.

Baca Juga: Atasi Jenuh Kuliah Online, Inovasi UPI Modus Siaran Tatap Muka

Di sisi lain, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah area merokok di tempat-tempat tertentu.

Dan pengelola ruang publik diharuskan menyediakan ruang terbatas khusus bagi penghuni yang tidak kuat untuk tidak merokok.

Contoh lain, di Japanese University of Nagasaki, manajemen kampus telah menetapkan kebijakan baru untuk menolak dosen dari perokok. Saat merekrut calon dosen, salah satu kriterianya adalah calon dosen bersedia untuk tidak merokok (JapanToday.com-2019).

“Di dalam negeri, melalui pemerintah daerah, Kota Bandung telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2021 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Ini juga merupakan bentuk kepedulian Pemkot Bandung untuk memastikan warganya sehat dan aman, jauh dari potensi masalah kesehatan, termasuk bahaya kanker paru-paru bagi penduduk kota,” jelasnya.

Dinn Wahyudin, Guru Besar di Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Indonesia, Dok. Prof. Dinn Dinn Wahyudin, Guru Besar Universitas Pedagogi Indonesia

Saat ini, sejumlah universitas di dunia memiliki peraturan ketat tentang larangan merokok.

Di Australia, misalnya, hingga 32 universitas bergengsi, seperti Monash University, La Trobe University, Curtin University, telah lama mendirikan kampusnya sebagai universitas bebas rokok.

Guru, siswa dan tamu dilarang merokok di dalam kampus. Dalam kasus mendesak, manajemen kampus menyediakan area outdoor khusus yang terbatas untuk perokok.

Bahkan di Hong Kong lebih ketat. Sesuai dengan Hukum Wilayah Hong Kong, semua sekolah, universitas, perguruan tinggi teknik, dan pusat pelatihan industri telah ditetapkan sebagai kawasan bebas rokok.

“Jadi tidak ada titik atau ruang sesentimeter pun masyarakat atau warga kampus bisa merokok di dalam kampus. Sanksinya cukup berat bagi warga perguruan tinggi yang melanggarnya,” kata Prof. Din.

Baca Juga: Beasiswa Pascasarjana Australia Terbaik Di Kampus, Bebas Pulsa, Dan Perumahan

Di Amerika Serikat, lanjutnya, semua negara bagian telah menetapkan bahwa semua universitas, baik negeri maupun swasta, merupakan kawasan universitas bebas rokok, termasuk bebas rokok elektrik.

Universitas Harvard, misalnya, menegaskan bahwa merokok dilarang di semua area dan fasilitas kampus. Peraturan ini berlaku bagi seluruh pegawai, dosen, pendidik, mahasiswa,

LIHAT JUGA :

pcpm35rekrutmenbi.id
indi4.id
connectindonesia.id