Fintech-lokal-mendukung-UKM-pendidikan-dalam-mengoptimalkan-media-digital

Fintech lokal mendukung UKM pendidikan dalam mengoptimalkan media digital

Pandemi COVID-19 yang mengakibatkan berbagai pembatasan mendorong para pelaku ekonomi khususnya UMKM untuk beralih ke platform digital. Hal ini memungkinkan pengusaha untuk memasarkan produk mereka di tengah pembatasan mobilitas dan pertemuan fisik.

Menurut hasil survei Asian Development Bank (ADB)

, sekitar 45% pelaku UMKM yang belum memulai digitalisasi hanya mampu bertahan selama tiga bulan di masa pandemi. Sementara itu, 88% UMKM kehabisan modal untuk menjalankan usahanya, dan 60% UMKM juga mengalami pengurangan tenaga kerja.

Kesulitan yang dihadapi oleh UMKM juga berdampak pada penurunan perekonomian karena UMKM merupakan penyumbang pendapatan pemerintah yang besar.

Sejalan dengan upaya digitalisasi, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM

(Kemenkop UKM) menargetkan 30 juta UMKM masuk ke ekosistem digital pada 2024.
Baca juga:
Ibu korban 99 surat lamaran Pinjol ke Jokowi, diminta hapus fintech ilegal

Digitalisasi dapat membawa keuntungan bagi pelaku ekonomi. Pemasaran hingga penjualan produk semua bisa dilakukan dalam media digital, melalui media sosial dan e-commerce.

Penggunaan platform digital juga menurunkan biaya operasional. Pengusaha tidak perlu mengeluarkan uang untuk membuka bisnis fisik. Pelanggan dapat mengunjungi toko online dan berbelanja langsung dengan cara yang praktis.

Bisnis di bidang pendidikan semakin menjanjikan

Disaat digitalisasi mempermudah berbisnis, para pelaku ekonomi perlu mewaspadai bidang usaha yang dibutuhkan masyarakat. Salah satu bidang yang tidak pernah kalah peminatnya adalah peralatan penunjang pendidikan.

Setiap tahun anggaran, sekolah mengadakan barang dan jasa untuk membantu pembelajaran siswa. Pemerintah juga menjalankan berbagai program untuk memudahkan para pelaku ekonomi terhubung ke sekolah untuk penyediaan infrastruktur. Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) dibuat untuk meningkatkan transparansi dalam pengadaan barang dan memberikan kesempatan kepada UKM untuk memasok sekolah dengan materi pendidikan.

Menurut Pasal 15 Permendikbud Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa dari Satuan Pendidikan, identifikasi penyedia barang atau jasa bagi satuan pendidikan harus dilakukan melalui platform SIPLah. Ini berarti bahwa penyedia adalah mitra terdaftar dengan SIPlah.

Dikutip dari situs resmi Kemendikbud, diketahui lebih dari 400.000 satuan pendidikan telah mengikuti SIPLah, jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan alokasi dana BOS yang meningkat. Oleh karena itu, bisnis di bidang pendidikan akan sangat menjanjikan.

Namun, tidak sedikit vendor perangkat pendidikan yang berjuang untuk memulai bisnis online. Salah satunya menyangkut sumber daya modal yang terbatas untuk dapat memenuhi semua kebutuhan pembeli.
Baca juga:
Digitalisasi UMKM adalah kunci pemulihan ekonomi Indonesia pasca COVID-19

Sebagai perusahaan tekfin yang memiliki izin dan regulasi dari OJK, Pintek memberikan solusi pembiayaan modal kerja dan pembiayaan PO bagi penyelenggara pendidikan yang membutuhkan dana untuk mengembangkan usahanya. Melalui produk PO Funding dan Invoice, penyelenggara pendidikan dapat memperoleh pendanaan hingga miliaran rupiah untuk memenuhi pesanan dari platform SIPlah, Dana DAK, LKPP, LPSE dan e-catalog. Pelunasannya juga bisa disesuaikan dengan pendapatan nasabah, sehingga Anda tidak dikenakan cicilan pokok setiap bulannya, melainkan hanya biaya bulanan mulai 1,5% dari promo.

“Saya sudah 4 kali menerima dana dari Pintek. Dengan bantuan Pintek, saya dan tim dapat memiliki modal yang banyak sehingga kami dapat memproses pesanan pelanggan dengan cepat. Hal ini tentunya berdampak positif bagi toko saya yang salah satunya berkembang. “Kepercayaan pelanggan,” kata Yuda Clemens dari CV Duta Budi Aksara.

Yuda berharap Pintek dapat membantu lebih banyak lagi UKM di Indonesia, khususnya penyelenggara pendidikan di tanah air. “Harapan saya Pintek bisa terus berkembang dan memperluas jangkauannya sehingga bisa melayani seluruh vendor di Indonesia,” ujar Yuda.

Baca Juga :

nac.co.id
futsalin.id
evitdermaclinic.id
kabarsultengbangkit.id
journal-litbang-rekarta.co.id
jadwalxxi.id
gramatic.id
tementravel.id
cinemags.id
streamingdrama.id
snapcard.id
katakan.id
cpdev.id